Bandar Lampung – Ferry Elfinso telah mengabdikan hidupnya cukup lama untuk menjadi petani kopi. Dimulai dari lahan kecil dengan kemampuan terbatas, sekarang Ferry sudah sukses miliki 5 hektar lahan.

“Kita wajib bangga menjadi petani kopi. Karena sumber penghasilan dan diwariskan oleh nenek moyang kita,” ungkapnya saat menjadi pembicara pada Acara Apresiasi 150 Tahun Nestle di Panjang, Bandar Lampung, Sabtu (3/12/2016).

Perubahan yang signifikan terjadi pada Ferry saat bermitra dengan PT Nestlé Indonesia pada 2008 silam. Salah satu yang didukung adalah peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam memproduksi kopi berkualitas.

Awalnya, Ferry hanya memiliki 1 hektar dengan produksi sekitar 500-600 kg. Sekarang produksinya bisa mencapai 1,3 ton per hektar.

“Dari masalah yang tadinya tidak tahu kualitas bagus gimana. Jual harga nggak tahu itu yg bagus gimana. Setelah Nestle hadir kami tahu,” terangnya.

Kopi berkualitas, kata Ferry akan sejalan dengan harga yang diharapkan. Diketahui, secara geografis kopi lampung sangat banyak digemari masyarakat umum, baik rasa hingga aromanya.

“Makanya kami melalukan peningkatan kualitas kopi kami itu terus bagus, biar harganya bagus,” ujar Ferry.

Sebagai mitra, dukungan lain juga muncul dari sisi akses jasa keuangan. Ferry menuturkan, kebanggaannya sebagai petani kopi akan diteruskan kepada generasi selanjutnya.

“Diakui ataupun tidak, bertani kopi kami secara tidak langsung telah mewariskan ke anak kami. Yakinlah petani kopi akan berkelanjutan,” pungkasnya.

sumber : finance.detik.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s