coffee-151406_960_720

Saat pertama kali saya belajar tentang kopi, banyak sekali pertanyaan yang ada dalam kepala saya. Mulai dari yang serius sampai yang aneh-aneh.
Apa lagi saat pertama kali saya mencicipi kopi hitam yang diseduh secara manual.

Acidity kopinya bright nih!
Aduh, kopinya kok bitter gini yah?
Ini kopi body nya bold banget deh!

Kira-kira beberapa pertanyaan itu sering banget saya dengar dari teman-teman yang sudah lebih dahulu mengenal kopi.
Saat itu saya cuma bisa bengong sambil bertanya-tanya dalam hati.
Pada ngomong apaan sih?
Seiring proses belajar kopi akhirnya saya mengerti bahwa dalam dunia kopi banyak banget istilah-istilah yang selama ini saya belum ketahui. Mulai dari rasa dan berbagai aspek lainya banyak memiliki istilah kopi yang mungkin saja orang awam tidak mengerti.
Bahkan sampai sekarang pun saya masing sering menemukan istilah-istilah baru dalam dunia kopi.
Sebagai seorang pemula dalam dunia kopi. Pada saat itu saya punya sebuah pertanyaan.
Apa sih sebenarnya yang dicari dari secangkir  kopi?
Rasa itu memang subjektif dan memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang. Beberapa orang mungkin menyukai kopi yang pahit dan beberapa orang suka dengan kopi yang manis.
Namun beberapa kategori rasa berikut ini merupakan cita rasa yang sering kali menjadi acuan dalam menentukan kualitas dari sebuah kopi.

1. Acidity

Sebagaian orang bilang kopi itu rasanya asam. Apakah benar?
Menurut saya Acidity kopi adalah sebuah sensasi keasaman yang berasal dari biji kopi. Seperti buah, rasa asam tidaklah selalu identik dengan rasa yang buruk.
Sebagai gambaran, banyak orang yang gemar mengkonsumsi buah jeruk yang sudah identik dengan rasa asam. Sama halnya dengan buah jeruk, kopi pada awalnya berasal dari buah kopi yang juga memiliki sensasi kesegaran asam.
Namun, yang membuat kopi menjadi unik karena kemampuannya yang dapat menyerap karakter tanaman sekitarnya. Hal itu dikarenakan kopi biasanya tumbuh dengan berbagai macam jenis tanaman disekitarnya dan tumbuhan kopi memiliki kemampuan untuk menyerap karakter tanaman disekitarnya.
Contohnya kopi kintamani dari pulau bali yang identik dengan  rasa jeruk. Rasa jeruk itu berasal dari tanaman jeruk yang tumbuh disekitarnya. Pohon jeruk tersebut ternyata juga digunakan sebagai shade grown atau tanaman pelindung pohon kopi dari paparan sinar matahari.
Rasa asam dari kopi bisa juga dihasilkan dari berbagai faktor seperti proses roasting. Pada umumnya semakin lama biji kopi di roasting dapat membuat rasa asam pada kopi semakin berkurang. Penyebabnya adalah proses roasting yang membakar beberapa senyawa dalam biji kopi.

2. Body

Dalam dunia kopi Body merupakan parameter dari tingkat ketebalan rasa dari suatu jenia kopi. Saat kopi yang anda minum terasa “ringan” ketika diminum dapat dikatakan kopi tersebut memiliki body yang low. Begitu juga kebalikan kopi yang berat dapat dikatakan memiliki body yang bold atau tebal.
Untuk dapat belajar merasakan body cara yang paling mudah adalah dengan membandingkan air putih dengan susu. Air putih pastinya akan terasa ringan dan susu cenderung memiliki ketebalan saat dimulut.

3. Flavor atau rasa pada kopi

Emang kopi ada rasanya ya?
Kira-kira seperti itu isi kepala saya waktu  pertama kali belajar kopi. Jangankan dapat menemukan rasa dari kopi. Saat saya pertama kali coba minum kopi, cuman pahit kopi aja yang pertama kali saya rasakan.
Ini wajar, karena bagi orang awam akan sulit membedakan rasa dalam secangkir kopi. Mungkin ini yang bisa saya sebut sebagai keahlian menikmati kopi.
Bagi orang awam mungkin yang dapat mereka rasakan hanya rasa pahit yang memang dominan dalam kopi.
Namun, seiring pengalaman kamu dalam minum kopi dapat membuka indra perasa menjadi lebih sensitif dan dapat menilai sebuah Flavor atau rasa dalam kopi.
Terdapat banyak sekali rasa yang bisa kamu temukan dari berbagai jenis biji kopi yang ada seperti coklat, caramel, fruity dan berbagai catatan rasa (notes flavour) lainya.

4. After taste

Beberapa kopi memiliki kenangan rasa yang dapat tertinggal pada mulut yang bisa kita sebut sebagai after taste. Pada jenis kopi tertentu juga bisa memberikan kesan rasa yang ringan tanpa meninggalkan bekas pada mulut dan hal itu biasa disebut dengan istilah “clear” atau bersih.
Biasanya kopi yang memiliki intensitas rasa yang kuat dapat meninggalkan rasa pada mulut kamu seperti bitter, sweet dan berbagai catatan rasa lainya.
Hal yang paling mudah adalah dengan minum espresso yang notaben memiliki intensitas dan kepekatan rasa yang tinggi. Pengalaman yang saya dapatkan adalah rasa pekat espresso bisa bertahan selama beberapa menit dan meninggalkan catatan rasa tergantung jenis kopi yang  digunakan.

5. Aroma

Kopi memiliki ribuan jenis aroma yang dapat kamu temu. Berbagai macam jenis aroma dalam biji kopi membuat banyak orang yang memanfaatkan kopi sebagai pewangi ruangan.
Beberapa orang juga sangat menyukai aroma kopi. Layaknya teh, Aroma kopi yang kuat juga dapat memberikan kenyamanan dan terapi bagi penikmatnya.
Berikut ini adalah diagram atribut rasa (flavour wheel) yang diambil dari SCAA dan berisi sejumlah aroma dan rasa yang terdapat dalam kopi.
flavor wheel
Bagaimana pendapat kamu?
Jangan ragu untuk memberikan komentar ataupun berpendapat akan hal ini.
Caranya sangat mudah.
sumber : ilmubarista.com
kopi-indonesia-one
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s