Kopi menjadi semakin unik dan nikmat jika di padukan dengan berbagai cara. Seperti Kopi Gratis, dan lainnya.coffee-151406_960_720

Ada beragam kisah hadir dari segelas kopi. Minuman berwarna hitam dengan rasa pahit itu setia memanggil penikmatnya untuk menghirup aroma wangi yang tak pernah menjemukan.

Ketika di tempat lain segelas kopi adalah simbol prestise, ego dan keangkuhan peminum atas pencapaian hidup, di Kedai Kopi Ongga, lewat secangkir kopi orang dapat menebar kebahagiaan dan kepedulian kepada mereka yang kurang beruntung.

Berlokasi di Jalan Pasar Mudiak, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Program Kopi Dinding menyentak kesadaran publik. Ternyata, berbagi segelas kopi kepada mereka yang membutuhkan itu membahagiakan.

Pagi itu seorang warga Padang Candra melintas di depan Kedai Kopi Ongga. Ia berkesempatan menikmati lahapnya sepiring lontong dan segelas kopi susu secara gratis.

Pria berkulit gelap itu hanya seorang pekerja serabutan. Bahkan sejak beberapa hari lalu nyaris tidak bekerja. Suguhan sepiring lontong dan segelas kopi gratis ala kopi dinding jadi penebus sarapan yang belum sempat dilakoninya.

Ada banyak Candra lain yang dalam keterbatasan, dapat menikmati hidangan kopi dinding Kedai Ongga dengan gratis.

Tempel Stiker

Salah seorang pengagas Program Kopi Dinding Miko Kamal menceritakan program ini untuk berbagi kepada sesama dengan cara setiap pengunjung yang ingin berpartisipasi, ketika memesan makan dan minum di Kedai Ongga membayar dua kali lipat.

Misalnya jika pesan segelas kopi harganya Rp 8.000, maka yang bersangkutan membayar Rp 16.000 karena segelas yang satunya untuk kopi dinding. Kemudian tulis menu yang dipesan pada selembar stiker dan tempelkan di dinding.

“Kalau pesan kopi susu, berarti pengunjung akan menulis kopi susu di stiker dan tempel di dinding kedai,” ucap Miko seperti dilansir Antara, Sabtu (12/3/2016).

Ketika ada pengunjung lain yang kurang mampu, mereka dapat menikmati menu yang ada di kedai tersebut secara gratis dengan mengambil stiker yang ditempel di dinding dan menyerahkan kepada kasir.

Kalau ingin kopi ambil saja stiker yang bertuliskan kopi, serahkan kepada kasir maka akan diberikan cuma-cuma karena sudah dibayar oleh pengunjung yang menempelkan stiker, ujar dia.

Miko menjelaskan, program ini ditujukan kepada mereka yang kurang mampu seperti petugas kebersihan, kaum duafa, buruh angkat, dan tukang parkir.

Apalagi kawasan Pasar Mudiak merupakan pusat pergudangan dan bongkar muat barang yang ramai dengan kehadiran buruh angkat setiap hari.

“Jadi prinsipnya orang yang membayar tidak tahu siapa yang ditraktir. Dan yang menerima juga tidak tahu siapa yang telah membayar menu yang disantap,” ujar Miko yang sehari-hari berprofesi sebagai pengacara dan dosen.

Miko mengatakan program ini sudah dimulai sejak 27 Februari 2016 dan mendapat sambutan cukup baik dari warga kota. “Dengan berbagi akan membuat hidup lebih bahagia.”

sumber : regional.liputan6.com

Baca juga : minum-kopi-bisa-membuat-bab-lancar

banner-promo-_klik-disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s