coffee-312521_960_720.png

Jangan mengaku pecinta kopi jika belum pernah nyeruput di Blue Lotus Semarang . Sejak berdiri pada 2010, kafe di Jalan Ahmad Yani 1947  ini masih diakui kualitasnya sebagai kedai kopi nomor satu di Semarang.

Ya, orang mengenal kafe milik Hardjono Tjandra ini sebagai coffee micro-roaster pertama di Kota Atlas. Jaminan kualitasnya ada pada investasi mahal yang disediakan kafe bernuansa cozy ini. Blue Lotus Semarang memiliki mesin espresso berwarna merah menyala dari La Marzocco, beragam coffee toys termasuk cold brew drip tower produksi Kalita dari Jepang, dan tentu saja mesin roasting.

Gourmet Coffee House yang satu ini tak hanya menawarkan deretan koleksi kopi lokal (jawa, toraja, mandailing, kopi luwak) secara sempurna. Di sini, penikmat kopi diajak berpetualang mempelajari cara menyeduh kopi (brewing) dengan variasi teknik hingga 10 macam.

Sebagai tanah kelahiran dan tempat saya dibesarkan, saya tidak bisa lepas dari Semarang. Banyak spot lama kegemaran saya yang selalu saya ulang ketika berkunjung. Begitu pula dengan spot baru yang wajib diabsen. Salah satunya The Blue Lotus Coffee House milik Hardjono Tjandra. Kalau saya nggak keliru, ini menjadi coffee micro-roaster pertama di Semarang, akhirnya.

Semarang punya selera lidah yang serba manis gula dan karakter konsumen yang cukup unik. Seperti agak malu-malu mencoba hal yang baru, tidak sevulgar Jogja sebagai kota tetangganya. Sedikit pengusaha yang berani memulai hal yang benar-benar baru di Semarang. Dan Pak Hardjono menjadi salah satunya yang nekat menawarkan kenikmatan kopi enak tanpa gula. Terus terang, sejak pertama kali mendengar keberadaan Blue Lotus saya selalu penasaran. Namun hilang sudah tendensi itu setelah berhasil mengunjungi dan berbincang langsung dengan Pak Hardjono secara intens. Apalagi malam itu seperti terberkati, tanpa direncanakan hadir juga Harry Jusdi (Beans Resto & Coffee), Yohannes (PT Taman Delta Indonesia – supplier & eksportir kopi) dan Widi Arie (Frame Coffee House – Salatiga). Makin ramai perbincangan dengan para coffee enthusiast di Semarang.

Berlokasi di Jl.Ahmad Yani 197, Semarang dengan area yang luas Blue Lotus bersenjatakan mesin espresso La Marzocco (2 group), beragam coffee toys termasuk cold brew drip tower produksi Kalita yang baru saja diboyong langsung dari Jepang untuk menambah menu kopi di Blue Lotus dan mesin roasting Probat berkapasitas 1kg yang segera dioperasikan untuk menggantikan mesin yang ada saat ini. Tidak lupa amunisi yang tervital, biji kopi single origin dari beberapa daerah Indonesia terkoleksi dengan apik. Memang belum banyak kopi single origin yang terlihat malam itu, namun sepertinya Pak Hardjono akan terus berburu kopi cantik dari seluruh dunia. Tunggu saja kabar baiknya dari beliau.

Sebelum menikmati kopi Mandailing peaberry seduhan V60 dengan rasa spicy, herbs dan acid yang medium (sayangnya sedikit over-extracted saat itu, tapi masih enjoyable), saya disuguhkan kopi yang sama namun dari hasil seduhan cold brew. Surprisingly, rasa spicy + herbs masih terselamatkan dengan waktu ekstraksi yang tidak mengikuti lazimnya pakem 10-12 jam, melainkan hanya 5 jam. Disaat bersamaan biji kopi Toraja sedang dalam proses ekstraksi untuk menjadi menu cold brew coffeeberikutnya. Terakhir saya memesan espresso yang nikmat dari biji kopi blended ramuan Pak Hardjono.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s